Oleh: aliefnews | Juli 10, 2009

Merencanakan Liputan Panjang

Dalam pers, ada dua jenis liputan besar. Yang satu liputan besar yang akan dimuat bersambung, dan yang satu lagi liputan besar yang dimuat pada sekali penerbitan. Yang pertama ini umumnya dilakukan oleh surat kabar dan hampir tak pernah dilakukan oleh sebuah majalah atau tabloid berita mingguan. Liputan besar ini bisa berupa laporan perjalanan, bisa berupa liputan seminar (diskusi, lokakarya dan sejenisnya), bisa pula laporan investigasi. Tapi koran harian bisa pula memuat liputan besar yang sekali muat.

Ada perbedaan dalam perencanaan untuk kedua jenis liputan besar itu. Juga gaya penulisannya. Namun yang sama adalah liputan itu betul-betul sebuah berita besar yang punya aspek beragam. Sudut pandang pun bisa berbeda-beda atau banyak dimensi yang bisa ditampilkan. Umumnya, sebuah liputan besar adalah berita yang banyak dibicarakan di masyarakat dan menggelinding terus berhari-hari. Baca Lanjutannya…

Oleh: aliefnews | Juli 10, 2009

Mengenal Opini dan Kolom

Dalam sebuah surat kabar dikenal ada: berita, feature, tajuk, pojok, kolom, surat pembaca, iklan. Biasanya ada pula fiksi, karikatur, foto-foto. Berita dan feature adalah fakta, pojok dan tajuk adalah opini dari pengasuh koran, kolom dan surat pembaca adalah opini dari luar, iklan adalah sumber duit untuk penerbitan, sedang fiksi adalah karangan yang fiktif, bisa sebagai cerita bersambung, cerpen, dan sebagainya.

Dalam penerbitan majalah dan tabloid, keadaannya hampir sama. Mungkin majalah dan tabloid tidak ada fiksinya, kecuali majalah dan tabloid yang sifatnya hiburan, bukan majalah atau tabloid berita. Di penerbitan majalah dan tabloid, juga jarang ada tajuk rencana, yang isinya adalah opini yang mengatasnamakan penerbitan itu. Di beberapa penerbitan, pemimpin redaksi atau redaktur senior menulis opini khusus dengan byline. Misalnya, di Forum dulu ada Catatan Hukum. Itu tak bisa digolongkan opini, karena belum tentu mewakili isi majalah tersebut. Itu lebih tepat disebut kolom. Nah, di majalah TEMPO sekarang ini ada opini. Itu betul-betul opini yang sebenarnya, karena dibuat untuk mewakili kepentingan penerbitan. Dan tidak ada byline-nya (penulisnya).

Baca Lanjutannya…

Oleh: aliefnews | Juli 10, 2009

Teknik Penulisan Feature

Dalam sebuah surat kabar dikenal ada: berita, feature, tajuk, pojok, kolom, surat pembaca, iklan. Biasanya ada pula fiksi, karikatur, foto-foto. Berita dan feature adalah fakta, pojok dan tajuk adalah opini dari pengasuh koran, kolom dan surat pembaca adalah opini dari luar, iklan adalah sumber duit untuk penerbitan, sedang fiksi adalah karangan yang fiktif, bisa sebagai cerita bersambung, cerpen, dan sebagainya.

Dari sekian jenis isi surat kabar ini, feature yang paling sulit diberi batasan-batasannya. Dulu, dalam teori-teori jurnalistik lama, feature dibedakan dengan berita setelah melihat ciri yang paling menonjol; berita terikat pada bentuk penulisan piramida terbalik dan lead atau intro yang merujuk langsung pada persoalan, lalu syarat mutlak unsur 5 W dan 1 H harus dipenuhi. Sedang feature tidak.

Tetapi belakangan ini perkembangan penulisan berita menjadi lain, justru mengarah ke feature. Memang tidak semua koran melakukan hal itu, tetapi semua majalah dan koran mingguan pasti menerapkan teknik penulisan feature untuk berita-beritanya. Tak peduli “berita keras” atau “berita lunak”.

Dengan demikian batasan feature pun semakin kabur. Bahkan feature di masa sekarang ini juga mengacu kepada pemenuhan 5 W dan 1 H itu untuk memenuhi keinginan pembaca akan informasi yang lebih komplit. Dan feature di masa sekarang ini tak lagi cuma “enteng dan menghibur” tetapi terkadang sarat dengan kadar keilmuan — cuma pengolahannya secara populer. Juga dipakai untuk penulisan berita-berita yang dihasilkan dari pengumpulan bahan yang menda lam. Maka di sini lagi-lagi batasan feature kabur dengan investigatif news.

Feature bisa berfungsi sebagai penjelasan atau tambahan untuk berita yang sudah disiarkan sebelumnya, memberi latar belakang suatu peristiwa, menyentuh perasaan dan mengharukan, menghidang kan informasi dengan menghibur, juga bisa mengungkap sesuatu yang belum tersiar sebagai berita.

Baca Lanjutannya…

Oleh: aliefnews | Juli 10, 2009

Teknik Pengolahan Data

Menjadi pembicara pada Latihan Ketrampilan Penerbitan Kampus Mahasiswa (LKPKM) se-Indonesia bukan yang pertamakali buat saya. Pada LKPKM tingkat dasar di UGM Yogyakarta saya sudah menjadi pembicara. Namun, saya tak tahu pasti, apakah pesertanya sama, atau sebagian sama. Atau adakah yang di Denpasar sekarang ini (tingkat pembina) adalah kelanjutan dari Yogya (tingkat dasar) dan Padang (untuk tingkat lanjutan).

Tentang materi yang saya bawakan ini, Teknik Pengolahan Data, memang baru pertama kali untuk pers kampus. Sebelumnya saya berbicara materi yang lain. Walau begitu, saya sempat membaca makalah tentang Teknih Pengolahan Data pada tingkat-tingkat sebelumnya. Saya melihat di sana masih bergulat pada persoalan teori dan tidak menukik pada permasalahannya. Mudah-mudahan kali ini saya sempat memberikan yang tidak sekadar teori, tetapi juga contoh-contoh sehingga bisa dipraktekkan. Saya pikir, pada tingkat pembina ini persoalan yang langsung pada permasalahan akan makin diperlukan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: aliefnews | Juni 30, 2009

:: UU 40/1999, TENTANG PERS ::

Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Nomor: 40 TAHUN 1999 (40/1999)
Tanggal: 23 SEPTEMBER 1999 (JAKARTA)

——————————————————————————–

Tentang: PERS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:

  1. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 harus dijamin;
  2. bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis, kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan hak memperoleh informasi, merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki, yang diperlukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa;
  3. bahwa pers nasional sebagai wahana komunikasi massa, penyebar informasi, dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya dengan sebaik-baiknya berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional, sehingga harus mendapat jaminan dan perlindungan hukum, serta bebas dari campur tangan dan paksaan dari manapun;
  4. bahwa pers nasional berperan ikut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial;
  5. bahwa Undang-undang Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1967 dan diubah dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 1982 sudah tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman;
  6. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c, d, dan e, perlu dibentuk Undang-undang tentang Pers; Baca Lanjutannya…
Oleh: aliefnews | Mei 4, 2009

Terapi Air putih untuk berbagai penyakit

Anda tak akan percaya sebelum melakukannya. Di bawah ini daftar penyakit yang dapat disembuhkan oleh terapi ini:

Sakit Kepala                       Asma                                  Hosthortobics

Darah Tinggi                      Bronchitis                        Kencing Manis

Kurang Darah                    TBC                                     Paru-paru

Penyakit Mata                   Rematik                            Radang Otak

Lumpuh                               Batu Ginjal                       Haid Tidak Teratur

Kegemukan                        Penyakit Saluran Kencing

Leukimia Radang/Sakit Persendian                      Kelebihan Asam Urat

Kanker                                 Peranakan Radang Selaput Lendir

Mencret                              Kanker Payudara          Gangguan Jantung

Disentri                               Radang Tenggorokan

Mabuk, Pusing, Gamang                                            Ambeien

Sembelit                             Batuk

Baca Lanjutannya…

Oleh: aliefnews | Mei 4, 2009

7 Cara Meningkatkan Kinerja Otak

Menurut dr.Daniel G. Amen, penulis buku Making a Good Brain Great Here,cara untuk meningkatkan kinerja otak adalah sbb:

  1. Tingkatkan asupan air. Ingat, otak kita tersusun atas 80% air. Dehidrasi ringan saja dapat meningkatkan produksi hormon stres yang dapat merusak otak kita.
  2. Batasi asupan kalori. Penelitian pada hewan dan manusia mengindikasikan bahwa diet dengan kalori terbatas baik bagi otak dan memperpanjang usia. Makan dalam jumlah lebih sedikit dapat memicu mekanisme tertentu di dalam tubuh untuk meningkatkan produksi nerve growth factors,yang bermanfaat bagi otak.
  3. Konsumsilah ikan, minyak ikan, dan DHA, salah satu bentuk asam lemak omega-3. Peneltian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa diet yang kaya akan asam lemak omega-3 membantu meningkatkan keseimbangan emosional dan mood yang sehat, mungkin karena DHA merupakan komponen utama dari deretan dendrit otak.
  4. Konsumsilah makanan sumber antioksidan (vitamin E dan C). Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa asupan antioksidan dari buah dan sayur secara signifikan mengurangi penurunan kemampuan kognitif kita.
  5. Konsumsi protein, lemak baik, dan karbohidrat dalam porsi seimbang. Karenanya, pada setiap makanan atau kue cobalah untuk mendapatkan protein, karbohidrat dan lemak dalam keadaan seimbang.
  6. Masukkan 24 bahan pangan sehat dalam diet harian Anda. Bahan-bahan pangan tersebut meliputi : sumber protein (ikan : salmon,tuna, makarel,hering; unggas : kalkun-tanpa kulit; daging merah; sapi dan babi; telur; tahu dan produk olahan kedelai; susu dan produk olahannya; bebijian : garbanzo beans dan lentil; kekacangan), karbohidrat kompleks (berry-berryan : blueberry, raspberry, stroberi, blackberry; jeruk; cherry; buah persik; brokoli; gandum; lada merah dan kuning; labu; bayam; ubi jalar; tomat), lemak (avokad; minyak zaitun; buah zaitun), serta cairan (air,teh hijau atau hitam).
  7. Konsumsilah camilan rendah kalori.

Hidup ini penuh perubahan yang abadi hanyalah Tuhan, perubahan itu sendiri dan hukum alam. Cara Mencari uang pun dari jaman ke jaman terus berubah. Sekarang banyak muncul jutawan (dalam US$) baru dari Internet, dari bisnis-bisnis yang belum pernah terdengar sebelumnya.

Dan tidak sedikit orang kaya yang jatuh miskin, atau bahkan orang miskin yang bertambah miskin , karena mereka tidak mau belajar lagi untuk menghadapi perubahan . Dan terus mencari uang dengan cara yang lama , tidak mau berhenti untuk belajar lagi tren saat ini.

Pernahkah Anda mendengar kata Benjamin Franklin ? Beliau adalah ilmuan yang sangat dihormati oleh Amerika karena peletak hak-hak asasi manusia dan deklarasi kemerdekaan di Amerika, sehingga gambarnya ada si uang $100 yang merupakan pecahan terbesar di US. Benjamin Franklin pernah mengungkapkan bahwa setiap dollar yang diinvestasikan untuk kepala (belajar lagi), dalam pikiran akan kembali miliaran dollar dalam kantong kita.

Itulah mengapa saya terus belajar di singapore sampai US dan terus berinvestasi untuk leher ke atas, karena saya yakin akan menambah income saya. Ketika saya belajar dari yang sukses, maka saya yakin akan sukses.

pertanyaan Saya, mana yang lebih menghasilkan leher keatas atau leher kebawah ? banyak orang didunia ini lebih senang menggunakan uangnya untuk kepentingan leher kebawah, yakni membeli pakaian baru, mobil baru yang tidak akan bisa menambah kekayaan mereka. Sedangkan jika mereka berani berinvestasi pada leher keatas, ke pembelajaran tentang property, bisnis, saham dan internet , mereka bisa melipatgandakan kekayaan mereka

Tahukah Anda apabila Anda menjumlahkan penghasilan dari 5 orang terdekat Anda dan Anda bagi 5, maka itulah jumlah penghasilan Anda. Tanpa Anda sadari pola berpikir teman-teman Anda tentang uang akan mempengaruhi Anda, sedemikian sehingga Anda akan menjadi sama dengan mereka. Bagaimana jika teman Anda tersebut bukanlah seorang miliarder atau multi miliarder ? Tentunya gaya pemikiran mereka adalah cara berpikir ala seorang jutawan.

Saya bukan melarang Anda bergaul dengan orang miskin, Saya pun bergaul dengan siapapun. Tapi saat berbicara soal mindset tentang uang, pastikan Anda bergaul, sharing dan belajar dengan orang yang tepat

Dan tahukah Anda bagaimana cara berpindah dari gelombang orang miskin menjadi gelombang orang kaya? Caranya ada 2 :
1. bergaul dgn orang kaya
2. belajar dan terus belajar

Org kaya terus belajar dan tumbuh, contohnya saya sangat kagum dengan pak Lukminto yg punya Sritex di solo luas pabriknya saja 100 hektar dan merupakan produsen pakaian militer terbesar didunia. Bahkan rumahnya diresmikan oleh dua presiden, yaitu Bu Megawati dan Pak SBY. Pak Lukminto ini saja ingin terus belajar dan belajar, bahkan mengundang saya untuk bicara di pabrik beliau. Begitu juga dengan pak Teguh Kinarto di Surabaya yang punya perusahaan properti, beliau terus belajar supaya anaknya juga terinspirasi untuk terus belajar.

Saya tahu orang miskin merasa selalu tahu segalanya, tidak mau belajar dan selalu punya seribu satu alasan untuk tidak belajar yg akhirnya membuat mereka tidak belajar dan takut berinvestasi. Dan itulah sebabnya mengapa mereka terus miskin, karena tidak dapat melihat peluang , mengalokasikan uangnya, dan berinvestasi dengan baik.

Sedangkan orang kaya selalu ingin terus belajar, bahkan tidak peduli terhadap siapa pun yg mempunyai ide lebih baik daripada dia. Mereka berani membayar untuk belajar, mentraktir orang yang jauh lebih kaya untuk belajar ilmunya. Oleh karena itu dia bertambah kaya karena mengerti pola orang kaya.

Karena itu saya terus mengalokasikan uang, tenaga, pikiran, waktu untuk rutin terus belajar ilmu-ilmu yg terbaik, sehingga saya yakin pasti kaya, sudah kaya dan akan terus luangkan waktu, tenaga, uang, pikiran untuk belajar bisnis, properti, saham, internet dan akan terus belajar apapun yang dapat membuat saya menjadi lebih kaya. Ini adalah pemikiran Trilyuner saya

Salam Dahsyat,

Tung Desem Waringin

KabarIndonesia – Akhir-akhir ini muncul berbagai kegelisahan para pengguna personal komputer dikarenakan beredar gencarnya isyu-isyu sweeping penggunaan windows bajakan dengan sanksi-sanksi yang begitu menyeramkan, semisal penyitaan komputer dan kewajiban untuk membayar uang tebusan dengan jumlah yang tidak kecil dan tidak masuk akal. Baca Lanjutannya…

Oleh: aliefnews | Oktober 22, 2008

Perhatian!!!

Untuk semua tulisan saya tentang my jobs dan my bisnis akan saya hapus dan diganti dengan tulisan tulisan yang lain. bagi yang tertarik dengan tulisan2 saya pada my job’s atau my bisnis bisa menghubungi saya langsung di:

Jln. Pancawarna 4.1 No. 03 Kota Baru Driyorejo

Ds. Petiken RT 01 RW 08 Kec Driyorejo Kab. Gresik 61177

Telp. 0856 48 788 078 / 0899 33 86 380

Tulisan Sebelumnya »

Kategori